Sosialisasi "Gema Cermat" Sukses Digelar di Beberapa Stasiun KA

Pose dengan Mockup Gema Cermat


Obat sebagai bahan kimia bisa menjadi racun bagi tubuh kita, alih-alih menyembuhkan yang ada justru menimbulkan penyakit baru. Obat bisa berbahaya jika tidak sesuai dosis dan komposisi yang dianjurkan oleh dokter atau tenaga medis lainnya. Itulah sebabnya kita mengenal istilah efek samping, over dosis, interaksi dan resistensi obat. Banyak masyarakat yang belum mengetahui hal ini.

Tentang penggunaan obat, World Health Organization (WHO) mensyaratkan bahwa "pasien menerima obat yang tepat untuk kebutuhan klinisnya dalam dosis yang memenuhi kebutuhan untuk jangka waktu yang cukup dengan biaya yang terjangkau untuk individu dan komunitas".

Kenyataannya yang terjadi di Indonesia, masih banyak obat yang diresepkan, diberikan atau dijual secara tidak tepat dan penggunaanya tidak benar. Seperti penggunaan yang berlebihan, kurang atau bahkan penyalahgunaan. Informasi obat yang tercantum pada kemasan obat, sering tidak diperhatikan dan dipahami dengan baik oleh masyarakat. Belum lagi dengan kasus penjualan kembali obat dari limbah rumah tangga yang pernah terungkap di DKI Jakarta. 

Nah, menyadari kenyataan demikian, pemerintah dalam hal ini Direktorat Bina pelayanan kefarmasian, Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI mencanangkan program "Gema Cermat" atau "Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat".  Program yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya penggunaan obat secara benar. Selain itu juga meningkatkan kemandirian dan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih, mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat secara benar. 


Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek Canangkan  Gema Cermat saat membuka pameran pembangunan kesehatan Nasional tahun 2015 di Jakarta, JIExpo Kemayoran. Jakarta, Jumat (13/11) sumber foto: http://binfar.kemkes.go.id

Gema Cermat di Stasiun KA
Stasiun Kebayoran, Minggu, 6 November 2016, Saya bergabung dengan kawan-kawan relawan yang berasal dari komunitas pengguna KRL untuk melakukan kegiatan sosialisasi "Gema Cermat" kepada para penumpang KRL. Kegiatan ini digelar di 4 stasiun, yakni; Stasiun Bogor, Stasiun Kranji, Stasiun Kebayoran dan Stasiun Tangerang. Sebagai Blogger tugas Saya adalah mendokumentasikan dan meliput serta mempublish kegiatan di media sosial di twitter dan facebook untuk kemudian menulisnya di Blog pribadi.
Kegiatan Gema Cermat yang dilakukan di 4 Stasiun ini merupakan rangkaian kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan sebelumnya di beberapa tempat. Nantinya even Gema Cermat secara besar-besaran akan dilaksanakan pada hari Minggu, 13 November 2016 yang akan dirangkai dengan acara Car Free Day (CFD) di Jalan protokol Jend. Sudirman Jakarta  sekaligus memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN).

Siang itu, terdapat sekitar 10 relawan yang bertugas mensosialisasikan program ini dengan cara mengajak para penumpang KRL yang baru saja keluar atau pun akan memasuki stasiun. Mereka akan diminta mengunjungi booth yang sudah disediakan oleh panitia berada di lantai dua tidak jauh dari pintu Tap in stasiun. Di booth tersebut mereka akan diberikan quiz  atau game sederhana yang edukatif dan menarik. Bagi yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar akan mendapatkan goodie bag oleh panitia. 

Dengan begitu, para peserta terlihat senang dan antusias. Terlihat dari raut muka mereka. Beberapa diantaranya akan lansung mengabadikan dengan berfoto selfie di depan MockUp atau media visual berbentuk kapsul yang dibuat dari kayu dan triplek.

Yang menarik dan surprise karena pada siang itu Ibu Maura  Linda Sitanggang selaku Dirjen Farmalkes ke lokasi juga berada di lokasi kegiatan. Ia ikut memantau kegiatan sosialisasi sembari sesekali melakukan tanya jawab pada pengunjung booth dan juga pada relawan yang ada di sana.
Bersama Ibu Maura Linda Sitanggang, Dijen Farmalkes Kemenkes RI di Lokasi

Akhirnya pada jam dua kurang, kegiatan pun selesai. Panitia kemudian beristirahat dan bersantap siang bersama. Acara sukses  baik offline maupun online, publikasi kegiatan melalui media sosial twitter berhasil menjadi trending topik urutan satu secara nasional dengan hastag #GemaCermatKRL. Terimakasih untuk semua tim baik dari Jalur Bekasi (JB), Jalur Depok Bogor (JDB), Jalur Serpong Tangerang (JST) serta TaudariBlogger (TDB).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Artikel, Opini, Feature dan Esai

Film “Waalaikumussalam Paris” (bukan) Jawaban Assalamu alaikum Beijing